Pengertian dan Pentingnya Pemeliharaan Menurut Edwin
B.Flippo, pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dan
meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal
dalam bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Pemeliharaan adalah usaha–usaha yang dilakukan organisasi agar pegawai dapat
meningkatkan keahliannya dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan, baik
dalam rangka kebutuhan pribadi maupun kebutuhan organisasi. Perhatian terhadap
kebutuhan dan kepentingan pegawai ini diharapkan akan mendorong pegawai untuk
mengabdikan dirinya secara professional bagi tercaoainya tujuan organisasi (
Manajemen Sumnber Daya Manusia, DRS. Hadriyanus Suharyanto,M.Si dan Agus
Heruanto Hadna SIP, M.Si ) Menurut Penulis (Kelompok 6) pemeliharaan
adalah usaha atau cara perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi
fisik, sikap, dan mental karyawan dengan memberikan tunjangan sesuai dengan
kontribusi yang telah karyawan berikan kepada perusahaan agar keloyalitasannya
semakin meningkat dalam menunjang tercapainya tujuan perusahan
. Pentingnya
Pemeliharaan :
Menurut Edwin B. Flippo
fungsi pemeliharaan karyawan adalah menyangkut perlindungan kondisi fisik,
mental, dan emosi
Menurut Adiyas, SE., MM.
pemeliharaan dapat mempertahankan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan
sikap pegawai agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang
tercapainya tujuan perusahaan.
Faktor yang mendorong
perlunya perusahaan melakkan pemeliharaan sumber daya manusia adalah:
1. Sumber daya manusia
merupakan modl utama perusahaan yang apabila tidak dipelihara dapat menimbulkan
kerugian bagi perusahaan.
2. Sumber daya manusia
adalah manusia yang biasa mempunyai kelebihan, keterbatasan, emosi dan perasaan
yang mudah berubah-ubahnya lingkungan sekitar.
Tujuan Pemeliharaan:
1. Untuk meningkatkan
produktivitas kerja karyawan.
2. Meningkatkan disiplin
dan menurunkan absensi karyawan.
3. Meningkatkan
loyalitas dan menurunkan turn-over karyawan.
4. Memberikan
ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan.
5. Meningkatkan
kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
6. Memperbaiki kondisi
fisik, mental, dan sikap karyawan.
7. Mengurangi konflik
serta menciptakan suasana yang harmonis.
8. Mengefektifkan
pengadaan karyawan.
Metode – Metode
Pemeliharaan
Pemilihan metode untuk
pemeliharaan pegawai yang tepat sangat penting, agar pelaksaannya dapat
mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Metode – metode pemeliharan antara
lain :
1. Komunikasi.
Komunikasi harus
digunakan dalam setiap penyampaian informasi dan komukator kepada
komunikan.Komunikasi berfungsi untuk instructive, informative, dan influencing
dan evaluative. Simbol – symbol komunikasi adalah suara, tulisan, gambar,
warna, mimic, kedipan mata, dan lain-lain. Dengan symbol – symbol inilah
komunikator menyampaikan informasi secara komunikan.
a. Pengertian Insentif
adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan tertentu berdasarkan
prestasi kerjanya agar karyawan terdorong meningkatkan produktivitas kerjanya.
b. Metode Insentif Metode insentif yang adil dan
layak merupakan data penggerak yang merangsang terciptanya pemeliharaan
karyawan. Karena dengan pemberian insentif karyawan merasa mendapat perhatian
dan pengakuan terhadap prestasi yang dicapainya, sehingga semnagat kerja dan sikap
loyal karyawan akan lebih baik.
c. Jenis-jenis Insentif
Ø Insentif positif, adalah daya perangsang dengan
memberikan hadiah material atau nonmaterial kepada karyawan yang prestasi
kerjanya di atas prestasi standar
Ø Insentif Negatif, adalah daya perangsang dengan
memberikan ancaman hukuman kepada karyawan yang berprestasi kerjanya, di bawah
prestasi standar.
d. Bentuk-bentuk
Insentif.
Ø nonmaterial insentif, adalah daya perangsan yang
di berikan kepada karyawan berbentuk penghargaan/pengukuhan berdasarkan pertasi
kerjanya, seperti piagam, piala atau medali.
Ø social insentif, adalah daya perangsang yang di
berikan kepada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya, berupa fasilitas dan
kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, seperti promosi, mengikuti pendidikan
atau naik haji.
Ø material
insentif, adalah daya perangsang yang di berikan kepada karyawan berdasarkan
prestasi kerjanya, berbentuk uang dan barang. Material insentif bernilai
ekonomis sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan karyawan beserta keluarganya.Cukup
sekian sekilas tentang Pemeliharaan Kartawan, @wul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar