Minggu, 09 Desember 2012

Pemeliharaan Karyawan

Pengertian dan Pentingnya Pemeliharaan Menurut Edwin B.Flippo, pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dan meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal dalam bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.  Pemeliharaan adalah usaha–usaha yang dilakukan organisasi agar pegawai dapat meningkatkan keahliannya dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan, baik dalam rangka kebutuhan pribadi maupun kebutuhan organisasi. Perhatian terhadap kebutuhan dan kepentingan pegawai ini diharapkan akan mendorong pegawai untuk mengabdikan dirinya secara professional bagi tercaoainya tujuan organisasi ( Manajemen Sumnber Daya Manusia, DRS. Hadriyanus Suharyanto,M.Si dan Agus Heruanto Hadna SIP, M.Si ) Menurut Penulis (Kelompok 6) pemeliharaan adalah usaha atau cara perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi fisik, sikap, dan mental karyawan dengan memberikan tunjangan sesuai dengan kontribusi yang telah karyawan berikan kepada perusahaan agar keloyalitasannya semakin meningkat dalam menunjang tercapainya tujuan perusahan

Pentingnya Pemeliharaan :  

Menurut Edwin B. Flippo fungsi pemeliharaan karyawan adalah menyangkut perlindungan kondisi fisik, mental, dan emosi 

Menurut Adiyas, SE., MM. pemeliharaan dapat mempertahankan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap pegawai agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.

Faktor yang mendorong perlunya perusahaan melakkan pemeliharaan sumber daya manusia adalah:
1. Sumber daya manusia merupakan modl utama perusahaan yang apabila tidak dipelihara dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
2. Sumber daya manusia adalah manusia yang biasa mempunyai kelebihan, keterbatasan, emosi dan perasaan yang mudah berubah-ubahnya lingkungan sekitar.

Tujuan Pemeliharaan:
1. Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. 
2. Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan. 
3. Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn-over karyawan. 
4. Memberikan ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan. 
5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya. 
6. Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan. 
7. Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis. 
8. Mengefektifkan pengadaan karyawan. 

Metode – Metode Pemeliharaan 
Pemilihan metode untuk pemeliharaan pegawai yang tepat sangat penting, agar pelaksaannya dapat mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Metode – metode pemeliharan antara lain :
1. Komunikasi.
Komunikasi harus digunakan dalam setiap penyampaian informasi dan komukator kepada komunikan.Komunikasi berfungsi untuk instructive, informative, dan influencing dan evaluative. Simbol – symbol komunikasi adalah suara, tulisan, gambar, warna, mimic, kedipan mata, dan lain-lain. Dengan symbol – symbol inilah komunikator menyampaikan informasi secara komunikan.
          2. Insentifa. 
a. Pengertian Insentif adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan tertentu berdasarkan prestasi kerjanya agar karyawan terdorong meningkatkan produktivitas kerjanya.
b. Metode Insentif Metode insentif yang adil dan layak merupakan data penggerak yang merangsang terciptanya pemeliharaan karyawan. Karena dengan pemberian insentif karyawan merasa mendapat perhatian dan pengakuan terhadap prestasi yang dicapainya, sehingga semnagat kerja dan sikap loyal karyawan akan lebih baik.
c. Jenis-jenis Insentif
Ø  Insentif positif, adalah daya perangsang dengan memberikan hadiah material atau nonmaterial kepada karyawan yang prestasi kerjanya di atas prestasi standar
Ø  Insentif Negatif, adalah daya perangsang dengan memberikan ancaman hukuman kepada karyawan yang berprestasi kerjanya, di bawah prestasi standar.
d. Bentuk-bentuk Insentif.
Ø  nonmaterial insentif, adalah daya perangsan yang di berikan kepada karyawan berbentuk penghargaan/pengukuhan berdasarkan pertasi kerjanya, seperti piagam, piala atau medali.
Ø  social insentif, adalah daya perangsang yang di berikan kepada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya, berupa fasilitas dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, seperti promosi, mengikuti pendidikan atau naik haji.
Ø   material insentif, adalah daya perangsang yang di berikan kepada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya, berbentuk uang dan barang. Material insentif bernilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan karyawan beserta keluarganya.Cukup sekian sekilas tentang Pemeliharaan Kartawan, @wul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar